uefau17.com

Lestarikan Budaya, Kemdikbudristek Dukung Alumni KBKM Tampilkan Karya Unggulan di INACRAFT 2024 - News

, Jakarta - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) melalui kegiatan Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) berpartisipasi dalam pameran kerajinan tangan terbesar se-Asia Tenggara, INACRAFT 2024 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), mulai dari 28 Februari hingga 3 Maret 2024.

Dalam upaya untuk mempromosikan dan mendukung Alumni KBKM di bidang kerajinan tangan, Kemdikbudristek membuka stand yang menampilkan karya-karya unggulan dari para alumni.

Karya yang ditampilkan antara lain tas anyaman lais dari Belitung Timur, Bangka Belitung, ikat produk fashion pinggang berupa tenun dari Lombok, NTB, peralatan makanan serta hiasan dari bambu dari Magelang, Jawa Tengah.

Produk-produk yang ditampilkan selama pameran merupakan hasil gotong royong alumni KBKM dengan warga desa. Pameran ini diharapkan menjadi platform untuk mempertemukan Alumni KBKM dengan pasar yang lebih luas serta memperkenalkan kerajinan tangan lokal kepada pengunjung dari berbagai negara.

Para alumni dan perajin KBKM punpengunjung memiliki kesempatan berinteraksi dan berbagi kisah dengan para pengunjung INACRAFT tentang alumni KBKM dan pengrajin mengenai pengalaman mereka menjadi bagian dari kegiatan mengikuti KBKM.

Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Restu Gunawan mengungkapkan jika partisipasi Alumni KBKM di INACRAFT 2024 merupakan upaya untuk menarik generasi muda untuk terlibat dalam melestarikan dan mengembangkan potensi budaya Indonesia melalui kerajinan tangan.

"Kami berkomitmen untuk mendukung para Alumni KBKM dalam mengembangkan dan mempromosikan karya-karya mereka. Partisipasi kami di INACRAFT 2024 merupakan wujud nyata dari komitmen tersebut," ujar Restu dalam keterangannya.

"Kami sangat antusias untuk menyambut para pengunjung di stand KBKM," kata Sitti Utami Haryanti, ketua tim kerja KBKM.

"Selain ingin memperkenalkan produk-produk lokal, kami juga ingin memperkenalkan program KBKM kepada masyarakat, khususnya anak-anak muda jika ada wadah untuk mereka berkontribusi dalam memajukan budaya Indonesia."

* Follow Official WhatsApp Channel untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Kemah Budaya Kaum Muda

Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) adalah platform kerja budaya bagi anak-anak muda untuk mendorong pemajuan kebudayaan melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics, and Arts (STEAM).

Fokus utama produk KBKM adalah inovasi produk kebudayaan yang berbentuk purwarupa fisik dan aplikasi. Aplikasi adalah karya yang berupa perangkat lunak, sedangkan purwarupa fisik merupakan karya yang berbentuk perangkat keras.

Dimulai sejak tahun 2019, KBKM telah melahirkan sekitar 5000 (jumlah) alumni dari berbagai daerah di Indonesia. Tahun ini KBKM memberikan dukungan penuh kepada alumni bidang purwarupa yaitu Muktesa (alumni KBKM 2021), Bambori (alumni KBKM 2022) dan Sahabat Lais (alumni KBKM 2023) .

Muktesa (alumni KBKM 2021), beranggotakan Aenun Jariyah, Baiq Sinta Evriana, dan Yusril Hayadi. Karya mereka mengusung pengaplikasian dua teknik pada kain, yaitu tenun dan pewarnaan ecoprint. Kain tenun yang digunakan dalam produk ini berasal dari Desa Sukarare – Desa di Lombok yang terkenal dengan produk tenunnya. Sedangkan, teknik ecoprint berasal dari keinginan memanfaatkan potensi alam di sekitar lingkungan mereka tinggal.

Bambori (alumni KBKM 2022) beranggota Kadek Danayasa, Resa Muhyidin, Satrio Pangestu, Yulia Fernandita, Ika Adellia Tanjung, dan Agung Prasetyo. Nama Bambori berasal dari singkatan Bambu Borobudur Kebonsari yang terinspirasi dari kekayaan sumber daya alam bambu di Desa Kebonsari, Kecamatan Borobudur. Karya mereka terinspirasi dari budaya Jawa dan kemegahan candi Borobudur.

Sahabat Lais (alumni KBKM 2023) beranggota Syauqiya Aina Salsabila, Citrawati Nanda Basuki, Weni Virgienia, Marten Agung Laksono, Hendri Hidri Awan, Riri Aulia Putri, Muhammad Lucky Sahid, Matthew Lawrence F, dan Ety Yusnita. KBKM bersama pengrajin di Desa Simpang Tiga, Belitung Timur, Bangka Belitung berinovasi membuat produk baru yang menggunakan berbagai teknik seperti pewarnaan, kombinasi antara lais dengan kain, serta sulaman.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat