uefau17.com

Pria Ini Jadi Miliarder Berkat Gagasan yang Ditolak Atasannya - Bisnis

, Jakarta Mendapati gagasan bisnis ditolak oleh atasan sendiri tentu bukan hal yang menyenangkan. Namun Hans Langer justru sukses menjadi miliarder, setelah ia mengeksekusi sendiri gagasan bisnis yang pernah ditolak atasannya.

Melansir laman Forbes, Kamis (21/3/2019) Langer merupakan peraih gelar Ph.D dari Ludwig Maximilian University of Munich, Jerman. Awalnya, ia kira akan menjadi seorang akademisi, tapi seorang profesor meyakinkan bahwa ia dapat membuat perbedaan besar di bidang industri.

Maka pada 1981, ia bergabung dengan perusahaan Carl Baasel. Meski merasa sebagai ilmuwan fisika tapi ia merasa dirinya berbakat di bidang penjualan dengan fokus pada mencari solusi atas masalah konsumen.

"Selalu mulai dengan mengapa. Mengapa Anda memiliki konsumen? Mengapa mereka bicara pada Anda," terangnya.

Dengan strategi itu, hanya dalam waktu tiga bulan saja, Langer berhasil mencapai target penjualan tahunan perusahaan. Dengan kesuksesannya, perusahaan Baasel tumbuh pesat.

 

* Follow Official WhatsApp Channel untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Awal Mula Kesuksesan

Pada 1985, ia bergabung dengan General Scanning, sebuah perusahaan Amerika Serikat yang beroperasi di Eropa. Saat itu percetakan 3 dimensi (3-D printing) baru berkembang.

Setelah mengamati, Langer mengajukan teknologi baru yang disebutnya Electro Optical System (EOS), sistem yang mengembangkan printer 3-D raksasa. Namun sayang, dewan direksi menolaknya karena dianggap terlalu berisiko.

Langer memutuskan untuk keluar. Yakin dengan gagasannya, ia mendirikan EOS bersama dua pemuda. Ia akhirya mendapatkan investor pertama dan bisnisnya terus berkembang.

Kini ia berhasil mendirikan pabrik di atas lahan seluas 100 ribu kaki. Jika rampung semua, pabriknya diprediksi dapat menjual hingga 1.000 printer setiap tahunnya.

Langer yang telah berusia 67 tahun juga dikenal sebagai salah satu pengusaha original di dunia percetakan tiga dimensi. Pasalnya ia memulai perusahaan yang memproduksi mesin-mesin tersebut 30 tahun lalu.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat