uefau17.com

Stok Darah di PMI Ponorogo Menipis Selama Libur Sekolah, Golongan AB Tinggal 15 Kantong - Surabaya

, Ponorogo - Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur menyebutkan stok darah untuk semua golongan darah di tempat layanan mereka menipis imbas meningkatnya serapan selama musim libur sekolah sejak Juni 2024.

"Ini menipisnya stok kantong darah hampir terjadi di seluruh golongan, mulai A, B, AB maupun golongan arah O," kata Kepala UDD PMI Kabupaten Ponorogo, Barunanto di Ponorogo, Selasa (9/7/2024).

Ia merinci saat ini jumlah kantong darah di UDD PMI Kabupaten Ponorogo untuk semua golongan di bawah 50 kantong.

Bahkan untuk golongan AB hanya tinggal 15 kantong. Untuk sementara waktu pihaknya harus mendatang kantong darah dari kabupaten Ngawi untuk mencukupi stok minggu ini.

"Kami sudah mendatangkan sebanyak 110 kantong darah dari Ngawi, itu diperkirakan hanya cukup satu minggu ke depan," katanya.

Ia pun telah berupaya menggiatkan kampanye donor darah bekerja sama dengan ormas serta jejaring pemangku kepentingan di Kota Reog Ponorogo.

Para pendonor juga telah rutin dilakukan pemanggilan berkala, bagi yang sudah memasuki fase donor sesuai interval yang sudah diperhitungkan.

Mereka diingatkan bahwa udah waktunya melakukan donor darah. Sebab rata rata kebutuhan kantong darah di UDD PMI Ponorogo mencapai 1300 kantong.

"Ya kita buka data pendonor, yang sudah lama tidak mendonorkan atau sudah waktunya kita hubungi untuk mau mendonorkan darahnya," pungkasnya.

* Follow Official WhatsApp Channel untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Manfaat Donor Darah

Diberitakan sebelumnya, mendonorkan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Jika dilakukan secara rutin berjarak setiap 61 hari, selain mampu meregenerasi sel dalam tubuh, juga membuat tubuh lebih bugar.

Ketua PMI Kota Tangerang, Oman Jumansyah menuturkan, setidaknya dengan baru pertama kali saja mendonorkan darah, calon pendonor akan mengetahui atau mendeteksi adanya penyakit di dalam tubuhnya.

“Ada empat penyakit yang harus dideteksi dari calon pendonor, sebab setelah mendonorkan darahnya, maka akan masuk laboratorium untuk mengecek ada atau tidaknya penyakit seperti hepatitis A dan B, HIV/AIDS, dan sipilis,” ungkap Oman, dalam gelaran Donor Darah Sehati ‘Setetes Darah untuk Pertiwi’ 25 Ribu Kantong Darah, Alfa Tower, Senin (8/7/2024).

Bukan hanya itu saja, calon pendonor saat akan melakukan donor darah pun, diharuskan melakukan medical check-up (MCU) kecil. Seperti diukur tekanan darah, kadar hemaglobin, serta wawancara lainnya.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat