uefau17.com

Bursa Saham Asia Menghijau, Nikkei Jepang Melesat Cetak Rekor Tertinggi - Saham

, Jakarta Nikkei 225 Jepang melonjak ke level tertinggi baru pada hari Kamis, melampaui angka 42.000 untuk pertama kalinya. Pasar saham Asia-Pasifik lainnya naik didorong oleh reli Big Tech AS dan kepercayaan yang lebih besar terhadap pemotongan suku bunga Federal Reserve.

Dikutip dari CNBC, Kamis (11/7/2024), Nikkei melonjak 1,37% saat pembukaan, sementara Topix yang berbasis luas naik 1,17%, juga mencapai level tertinggi baru.

Saham chip menjadi pemenang terbesar dalam sesi perdagangan AS. Saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Company yang terdaftar di AS naik 3,5% setelah pendapatan dari April hingga Juni melampaui perkiraan Wall Street.

Perusahaan chip sejawat, Qualcomm, naik 0,8%, dan Broadcom naik sekitar 0,7%. Nvidia yang terkenal dalam bidang kecerdasan buatan naik 2,7%.

Di Asia, investor akan memperhatikan optimisme yang meluas pada saham teknologi di kawasan ini, terutama di Jepang, di mana perusahaan terkait chip telah mengangkat Nikkei 225 ke rekor tertinggi.

Pengumuman ekonomi dari kawasan ini pada hari Kamis akan mencakup pesanan mesin Jepang untuk bulan Mei, serta keputusan suku bunga Bank of Korea.

Kospi Korea Selatan naik 0,96% menjelang keputusan BOK, sementara Kosdaq naik 0,22%.

S&P/ASX 200 Australia naik 0,85%.

Futures indeks saham Hang Seng Hong Kong berada di 17.615, lebih tinggi dari penutupan terakhir HSI di 17.471,67.

 

* Follow Official WhatsApp Channel untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Indeks Saham AS

Semalam di AS, ketiga indeks utama naik, dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing naik 1,02% dan 1,18%.

Kenaikan ini juga berarti bahwa S&P menembus di atas angka 5.600 untuk pertama kalinya, menandai penutupan rekor ke-37 pada tahun 2024. Nasdaq melihat penutupan rekornya yang ke-27 tahun ini.

Dow Jones Industrial Average naik 1,09%.

Kenaikan juga didorong oleh harapan pemotongan suku bunga, dengan ekspektasi dari Dow Jones menunjukkan bahwa tingkat inflasi bulan Juni akan mencapai 3,1% dari tahun ke tahun, lebih rendah dari kenaikan 3,3% yang terlihat pada bulan Mei.

Tingkat inflasi inti, yang menghilangkan harga makanan dan energi yang lebih fluktuatif, diperkirakan naik 3,4% sejak Juni tahun lalu. Pada bulan Mei, CPI naik 3,3% secara tahunan.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat