uefau17.com

Siswa Belajar di Ruangan Bekas WC, Kadisdik Kabupaten Kampar Merasa Malu - Regional

, Pekanbaru - Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar memanggil pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah Negeri (SDN) 002 Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu. Hal itu terkait viralnya belasan murid belajar di bekas WC atau bekas tempat membuang kotoran.

Plt Kepala SDN 002 Apriwardi mengaku dipanggil Kepala Disdik Kampar Aidil pada Senin lalu, 10 Juni 2024. Apriwardi mengaku ditegur kepala dinas karena beredarnya foto murid belajar di ruangan bekas WC.

"Dia bilang kenapa berita macam itu, malu saya sebagai kadis, saya jawab memang faktanya seperti itu pak," kata Apriwardi, Rabu siang, 12 Juni 2024.

Apriwardi menyatakan tidak ada yang dilebih-lebihkan dengan keadaan pembelajaran di tempatnya. Faktanya memang begitu karena ruangan yang ada tidak sanggup menampung jumlah murid.

"SDN 002 ini cuma ada 9 ruangan , muridnya ada 223 orang, ruangan kurang sehingga terpaksa bekas WC dijadikan tempat belajar anak-anak," jelasnya.

Kepada Kepala Disdik Kabupaten Kampar, Apriwardi menyebut pihak sekolah sudah 2 kali memasukkan proposal pembangunan ruangan baru. Sampai saat ini belum terealisasi.

"Saya bilang ke beliau (Kadis), kami sudah masukkan proposal di tahun 2002 dan 2003," jelasnya .

 

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Follow Official WhatsApp Channel untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Harapan Palsu

Pihak sekolah sempat mempunyai secercah harapan ketika ada orang dinas turun lalu mengukur tanah. Katanya saat itu untuk membangun 2 ruangan belajar baru tapi belum ada sampai sekarang.

"Mau tak mau terpaksa bangunan bekas WC dijadikan tempat belajar anak-anak," katanya.

Kepala Disdik, kata Apriwardi, keberatan dengan penyebutan ruangan bekas WC. Kadisdik merasa malu dengan viralnya SDN 002 dan mulai banyak diberitakan karena kondisi yang memprihatinkan.

"Kadis bilang ke saya kedepanya jangan seperti itu, dia bilang malu, tentu saya lebih malu karena banyak orangtua yang komplain tak mau anaknya belajar di ruangan itu," sebut Apriwardi.

 

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat