uefau17.com

Niat Sholat Idul Adha untuk Lebaran 2024, Lengkap Tata Caranya - Hot

, Jakarta - Hari Raya Idul Adha 2024 telah ditetapkan berbeda oleh beberapa pihak. Mahkamah Agung Kerajaan Arab Saudi menetapkan Idul Adha jatuh pada hari Minggu, 16 Juni 2024, berdasarkan hasil pemantauan hilal pada Kamis, 6 Juni 2024. Sementara itu, di Indonesia, Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah versi Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan pemerintah serentak jatuh pada Senin, 17 Juni 2024.

Mengetahui niat sholat Idul Adha untuk lebaran 2024 sangat penting bagi umat Islam yang akan melaksanakan ibadah ini. Sholat Idul Adha merupakan ibadah sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan dan memiliki makna yang mendalam dalam rangkaian perayaan Idul Adha.

Niat merupakan syarat sah dalam melaksanakan sholat, sehingga mengetahui niat yang benar dan lengkap menjadi hal yang krusial. Pelaksanaan sholat Idul Adha di berbagai tempat pada tanggal yang telah ditentukan memerlukan persiapan yang baik. Mandi sunnah, mengenakan pakaian yang bersih dan wangi, serta mengetahui tata cara sholat Idul Adha adalah langkah-langkah penting.

Maka dengan memahami niat sholat Idul Adha untuk lebaran 2024 dan tata cara lengkapnya, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan khusyuk dan penuh kekhidmatan. Berikut ulas bacaan niat sholat Idul Adha untuk lebaran 2024 lengkap tata caranya, Rabu (12/6/2024).

* Follow Official WhatsApp Channel untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Bacaan Niat Sholat Idul Adha

Sholat Idul Adha adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Menurut penjelasan dalam kitab Fiqh as-Sunnah karya Sayyid Sabiq, sholat dua hari raya, termasuk Idul Adha, disyariatkan pada tahun pertama Hijriah dan hukumnya adalah sunnah muakkad.

Niat sholat Idul Adha dibaca sebelum memulai sholat, baik diucapkan dalam hati maupun mengikuti imam jika sholat berjamaah. Bacaan niatnya adalah "Usholli sunnatan 'iidil adha rok'ataini mustaqbilal qiblati imaman/ma'muuman lillaahi ta'aalaa," yang artinya, "Saya niat salat sunnah Iduladha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."

 

Arab: أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَـــالَى

Latin: Usholli sunnatan 'iidil adha rok'ataini mustaqbilal qiblati imaman/ma'muuman lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Saya niat salat sunnah Iduladha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."

 

Hukum sholat Idul Adha adalah sunnah muakkadah, yang berarti sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Pelaksanaan sholat Idul Adha menunjukkan ketaatan dan keimanan umat Islam, serta menjadi momen penting untuk meneladani ketaqwaan Nabi Ibrahim a.s yang bersedia mengorbankan putranya, Nabi Ismail, demi ketaatan kepada Allah Swt.

Mengutip dari Universitas Islam Indonesia (UII), Hari Raya Idul Adha adalah momentum untuk memperkuat ketaqwaan dan kepatuhan kepada Allah Swt.

Keutamaan melaksanakan sholat Idul Adha sangat besar, terutama bagi mereka yang menjalankan dengan penuh keikhlasan. Orang yang melaksanakannya akan mendapatkan pahala yang besar dan menjadi bukti keimanan di hadapan Allah Swt.

Nabi Muhammad SAW tidak pernah meninggalkan sholat Idul Adha sejak syariat ini ditetapkan setelah hijrah dari Makkah ke Madinah hingga akhir hayatnya, sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Dr. Musthafa al-Bugha dalam kitab al-Fiqhul Manhaji.

Penetapan waktu sholat Idul Adha, yaitu saat matahari mulai naik setinggi tombak hingga tergelincir, menunjukkan pentingnya waktu pelaksanaan yang tepat. Persiapan sebelum sholat, seperti membaca niat, sangat penting untuk meneguhkan niat dan kesungguhan dalam beribadah.

3 dari 4 halaman

Tata Cara Sholat Idul Adha

Mengutip dari Buku Pintar Shalat karya M. Khalilurrahman Al Mahfani, berikut adalah tata cara sholat Idul Adha yang terdiri dari beberapa langkah penting:

1. Persiapan

Mandi Sunnah atau Mandi Wajib: Sebelum melaksanakan sholat Idul Adha, disarankan untuk mandi sunnah atau mandi wajib. Mandi ini bertujuan untuk membersihkan diri dan mempersiapkan tubuh dalam keadaan suci.

Mengenakan Pakaian yang Bersih dan Layak: Memakai pakaian terbaik dan bersih adalah bagian dari tata cara sholat Idul Adha. Pakaian yang layak menunjukkan rasa hormat dan kesungguhan dalam melaksanakan ibadah.

Mengenakan Wangi-Wangian: Walaupun tidak wajib, memakai wangi-wangian dianjurkan untuk menambah kesegaran dan kenyamanan selama beribadah.

2. Niat

Niat di Dalam Hati atau Mengikuti Imam: Niat sholat Idul Adha dapat diniatkan dalam hati atau mengikuti imam jika sholat berjamaah. Membaca niat adalah bagian dari tata cara sholat Idul Adha yang menunjukkan kesungguhan dan fokus dalam beribadah.

Bacaan Niat: Berikut adalah bacaan niat sholat Idul Adha:

Arab: أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَـــالَى

Latin: Usholli sunnatan 'iidil adha rok'ataini mustaqbilal qiblati imaman/ma'muuman lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Saya niat salat sunnah Iduladha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."

3. Takbiratul Ihram

Mengangkat Kedua Tangan dan Mengucapkan Takbiratul Ihram: Mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga dan mengucapkan "Allahu Akbar" adalah langkah pertama dalam tata cara sholat Idul Adha. Niat ikhlas karena Allah sangat penting pada saat ini.

Bacaan Takbiratul Ihram:

Arab: اللهُ اَكْبَرُ

Latin: Allāhu akbar

Artinya: "Allah maha besar"

4. Membaca Doa Iftitah

Doa Iftitah: Setelah takbiratul ihram, membaca doa iftitah adalah bagian dari tata cara sholat Idul Adha yang dianjurkan. Berikut adalah bacaannya:

Arab: اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Latin: Allaahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa'ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil 'aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.

Artinya: "Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji hanya kepunyaan Allah. Maha Suci Allah pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku (hatiku) kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim."

5. Takbir

Takbir Sebanyak 7 Kali di Rakaat Pertama dan 5 Kali di Rakaat Kedua: Dalam tata cara sholat Idul Adha, bacaan takbir dilakukan sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama setelah takbiratul ihram dan doa iftitah, serta lima kali pada rakaat kedua setelah takbir intiqāl.

Bacaan Takbir:

Arab: اللهُ اَكْبَرُ

Latin: Allāhu akbar

Zikir di Antara Takbir: Bacaan zikir antara takbir adalah:

Arab: سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Latin: Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil azhîm.

6. Membaca Surat Al-Fatihah

Surat Al-Fatihah: Membaca Surat Al-Fatihah dalam setiap rakaat adalah bagian dari tata cara sholat Idul Adha. Berikut adalah bacaannya:

Arab: بسم الله الرحمن الرحيم اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ

Latin: Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm. Al-ḫamdu lillâhi rabbil-‘âlamîn. Ar-raḫmânir-raḫîm. Mâliki yaumid-dîn. Iyyâka na‘budu wa iyyâka nasta‘în. Ihdinash-shirâthal-mustaqîm. Shirâthalladzîna an‘amta ‘alaihim ghairil-maghdlûbi ‘alaihim wa ladl-dlâllîn.

 

 

4 dari 4 halaman

7. Rukuk

Rukuk dengan Tumakninah: Melakukan rukuk dengan tumakninah dan mengucapkan takbir "Allahu Akbar". Ketika rukuk, membaca tasbih minimal tiga kali.

Bacaan Tasbih Rukuk:

Arab: سُبْحَانَ رَبِّي الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Latin: Subhāna rabbiyal ‘azhīmi wa bi hamdih.

8. I'tidal

Bangkit dari Rukuk: Bangkit dari rukuk dan berdiri tegak dengan tumakninah, sambil mengucapkan:

Arab: رَبَّنَا لَك الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْت مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Latin: Rabbanā lakal hamdu mil’as samāwāti wa mil’al ardhi wa mil’a mā syi’ta min syay’in ba‘du.

9. Sujud

Dua Sujud dengan Tumakninah: Melakukan dua sujud dengan tumakninah sambil mengucapkan takbir "Allahu Akbar". Ketika sujud, membaca tasbih minimal tiga kali.

Bacaan Tasbih Sujud:

Arab: سُبْحَانَ رَبِّي الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Latin: Subhāna rabbiyal a‘lā wa bi hamdih.

10. Duduk di Antara Dua Sujud

Duduk dengan Tumakninah: Duduk di antara dua sujud dengan tenang dan tumakninah. Membaca doa duduk antara dua sujud.

Bacaan Doa:

Arab: رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي

Latin: Rabbighfir lī, warhamnī, wajburnī, warfa‘nī, warzuqnī, wahdinī, wa ‘āfinī, wa‘fu ‘annī.

11. Tahiyat Akhir

Membaca Tasyahud Akhir: Setelah sujud kedua, duduk tasyahud akhir dengan membaca tasyahud akhir.

Bacaan Tasyahud Akhir:

Arab: التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إنَّك حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Latin: At-tahiyyātul mubārakātus shalawātut thayyibātu lillāh. As-salāmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullāhi wa barakātuh, as-salāmu ‘alaynā wa ‘alā ‘ibādillahis shālihīn. Asyhadu an lā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muhammadan rasūlullāh. Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli sayyidinā Muhammad. Kamā shallayta ‘alā sayyidinā Ibrāhīm wa ‘alā āli sayyidinā Ibrāhīm; wa bārik ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli sayyidinā Muhammad, kamā bārakta ‘alā sayyidinā Ibrāhīm wa ‘alā āli sayyidinā Ibrāhīm. Fil ‘ālamīna innaka hamīdun majīd.

12. Salam

Mengucapkan Salam: Terakhir, mengucapkan salam ke kanan dan kiri dengan menggerakkan kepala sedikit ke arah kanan dan kiri. Ini adalah bagian penutup dari tata cara sholat Idul Adha.

Bacaan Salam:

Arab: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله

Latin: As-salāmu ‘alaikum wa rahmatullāh.

13. Khutbah

Khutbah Setelah Sholat: Setelah menyelesaikan pelaksanaan sholat Iduladha, biasanya terdapat khutbah yang berisikan nasihat dan ajakan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Khutbah ini adalah bagian penting dalam tata cara sholat Idul Adha, menambah wawasan dan penghayatan terhadap ibadah yang telah dilakukan.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat